Jumat, 29 Juni 2012

Advanced Accounting 2

PEMILIKAN TIDAK LANGSUNG DAN SALING MEMILIKI SAHAM

Pada masa ini, akuisisi telah menjadi salah satu alternatif keputusan strategis bagi pengembangan usaha. Kepemilikan atas perusahaan anak selain dimaksudkan untuk mengendalikan perusahaan yang sahamnya dimiliki, dalam kasus tertentu dapat juga dilakukan untuk mengendalikan perusahaan lain yang sahamnya tidak dimiliki secara langsung. Hal ini terjadi apabila perusahaan mengendalikan perusahaan yang memiliki saham mayoritas perusahaan lain. Misalnya PT A memiliki 90% saham PT B dan PT B menguasai 80% saham PT C. Kepemilikan PT B atas saham PT C sebesar 80% sebesar 80% menyebabkan PT A juga memiliki pengaruh atas PT C secara tidak langsung karena PT B yang merupakan induk dari PT C, adalah anak perusahaan PT A. Hak PT A atas PT C adalah 90% x 80% = 72%, dengan demikian PT A tetap mengendalikan PT C. PT B disebut perusahaan anak, dan PT C disebut perusahaan cucu dari PT A. Hubungan induk-anak terjadi dari penyertaan langsung yakni dengan kepemilikan saham perusahaan anak. Sedangkan penyertaan tidak langsung adalah pengendalian atas perusahaan lain dengan cara melakukan penyertaan langsung atas saham perusahaan yang menguasai perusahaan lain tersebut. Dalam kasus di atas, PT A melakukan penyertaan tidak langsung dalam PT C. Penyertaan tidak langsung atas suatu perusahaan dengan demikian hanya dapat terjadi dengan adanya penyertaan langsung pada perusahaan lainnya. PT A, PT B dan PT C dalam kasus di atas berada dalam satu pengendalian, dengan PT A sebagai pengendalian tertinggi. Laporan konsolidasi wajib disusun oleh pengendali tertinggi.
Bentuk hubungan PT A, PT B dan PT C di atas merupakan bentuk hubungan induk-anak dan cucu. Dalam banyak kasus dapat pula anak mengakuisisi saham perusahaan induk. Dalam bahasa akuntansi hal ini disebut dengan kepemilikan mutual (mutual holding). Hal ini menimbulkan permasalahan perlakuan investasi anak dalam saham induk. Perhitungan pendapatan investasi dan nilai investasi menimbulkan permasalahan sendiri apabila anak perusahaan memiliki saham preferen. Dalam prakteknya banyak terjadi hubungan yang lebih kompleks.

Laporan Keuangan Konsolidasi

  • Sebuah perusahaan mengkonsolidasikan laporan keuangannya dengan ringkasan data dari semua anak perusahaan di mana ia memiliki lebih dari 50 persen ekuitas. Konsolidasi data berarti menggabungkan informasi perusahaan induk dengan data anak - proporsional dengan kepemilikan saham perusahaan investasi dan sesuai dengan pedoman peraturan dan standar akuntansi. Sebagai contoh, perusahaan A memegang 75 persen dari ekuitas perusahaan B. Pada akhir tahun, perusahaan B menyatakan laba bersih sebesar $ 1 juta, yang semuanya berasal dari klien eksternal. Hal ini penting untuk dicatat karena akuntan menghilangkan internal penjualan yang dihasilkan - yaitu, intra-perusahaan transaksi - dari proses konsolidasi. Mereka melakukannya melalui entri eliminasi. Untuk mengkonsolidasikan laporan laba rugi, perusahaan A akan menambah penghasilan sebag`i usaha yang berdiri sendiri ke $ 750.000 (75 persen kali $ 1 juta) yang berasal dari pendapatan perusahaan B.

Signifikan Kontrol

  • Dalam beberapa kasus perusahaan investasi memiliki kurang dari setengah ekuitas perusahaan asosiasi, tapi masih mengkonsolidasikan laporan keuangannya dengan orang-afiliasinya. Misalnya, jika bisnis memiliki pengaruh signifikan atas kegiatan perusahaan asosiasi, mungkin mengkonsolidasikan data keuangan. Sebagai contoh, perusahaan memiliki 7 persen dari ekuitas organisasi lain. Namun, bisnis ini mungkin memegang pengaruh penting dalam operasi perusahaan asosiasi tersebut jika pemegang saham yang paling penting.

Jumat, 27 April 2012

Laporan Keuangan Konsolidasi

Apa sich Laporan Keuangan Konsolidasi itu?  Kapan diperlukan?  Metode/Pendekatan/Approach apa saja yang biasa dipakai?  Bagaimana sich prosedurnya?

Definisi Umum

Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan–akan entitas–entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.

Dari definisi umum diatas, dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Otherwise, laporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan.

Artinya; jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. So, there is no point to construct a consolidated financial statement.


Ciri-ciri

Ciri-ciri perusahaan yang memiliki lebih dari satu entitas bisnis:
  • Entitas induk yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan sedangkan Entitas anak yang dikendalikan oleh entitas induk.
  • Kelompok usaha merupakan entitas induk dan seluruh entitas anaknya.
  • Kepentingan non pengendali merupakan ekuitas anak perusahaan yang tidak dapat diatribusikan langsung pada entitas induk.
  • Pengendalian untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional untuk memperoleh manfaat. Memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengan (>50%) kekuasaan suara suatu entitas kecuali dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.
Pengendalian

Bagaimana pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan induk?
  • Kekuasaan melebihi setengah hak suara sesuai perjanjuan dengan investor lain.
  • Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkn anggaran dasar atau perjanjian.
  • Kekuasaan menunjuk atau mengganti sebagian besar Dewan Direksi setara dan mengendalikan entitas melalui dewan direksi tersebut.
  • Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat Dewan Direksi setara dan mengendalikan entitas melalui Dewan Direksi

Tujuan laporan keuangan konsolidasiAdapun maksud dan tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi disusun, yaitu: agar dapat memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan (economic entity) yang terdiri atas sejumlah perusahaan yang berhubungan istimewa, dimana laporan konsolidasi keuangan diharapkan tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi juga.

Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain.

Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
  • Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya. 
  • Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.
Disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi akses yang tidak baik, antara lain:
  • Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus. 
  • Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva. 
  • Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan. 
  • Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang.
  • Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.

Gambaran Umum Proses Konsolidasi
Bagaimana Prosedur Penyusunan laporan keuangan konsiolidasi?

Dalam menggabungkan laporan keuangan induk dan anak perusahaan harus ada prosedurnya yaitu dengan cara menjumlahkan pos-pos sejenis dari asset, kewajiban, ekuitas, penghasilan dan beban.
  • Investasi entitas induk pada anak perusahaan dengan porsi entitas atas ekuitas anak dieliminasi (memunculkan goodwill).
  • Kepentingan non pengendali diidentifikasi, ekuitas (awal dan perubahan laba/rugi).
  • Saldo transaksi penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh.
Dalam proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi, ada beberapa transaksi yang harus dihilangkan
  • Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas anak perusahaan. Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali. Perbedaan nilai wajar dan nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai wajar yang dikonsolidasi) serta Goodwill muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan nilai wajar.
  • Hutang – Piutang yang muncul antara anak perusahaan dan induk perusahaan harus dihapuskan.
  • Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi pihak ketiga, transaksi anak dan induk harus di eliminasi.
  • Untuk transaksi penjualan dan harga pokok penjualan jika barang belum terjual maka laba belum direalisasi harus dikurangkan dari nilai inventori dan mempengaruhi laba yang telah diakui.
  • Aset tetap pada tahun terjadi transaksi tidak boleh diakui keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut. Laba yang ada dalam asset tersebut harus dieliminasi sedangkan nilai penyusutan akan disesuaikan.
Laporan keuangan konsolidasi sangat penting bagi perusahaan yang memiliki entitas lebih dari satu, laporan tersebut dapat membantu perusahaan induk untuk menilai kinerja dari perusahaan sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada para investor ataupun pemilik dana bagi perluasan usaha.

Rabu, 04 Januari 2012

Cara Melihat Karakter Seseorang Dari Tanda Tangannya

Semua orang tahu bahwa apapun yang kita tulis menunjukkan karakter kita, tak terkecuali tanda tangan. Namun tidak semua orang tahu bagaimana membaca karakter dari bentuk tanda tangan. Nah postingan kali ini kita mencoba untuk menelaah tanda tangan.
1. Satu Garis Di Bawah Tanda Tangan 
Mempunyai keyakinan yang tinggi dan personaliti yang baik. Namun, bersifat kikir mereka juga percaya kepada kebahagiaan dalam kehidupan manusia.
2. Dua Titik Di Bawah Tanda Tangan 
Mereka boleh dikatakan berjiwa romantis. Mudah ganti pasangan seperti menukar baju. Memilih orang yang memiliki kecantikan dan mereka sendiri berusaha untuk kelihatan menarik dan mereka ini juga mudah menarik perhatian orang lain.
3. Satu Titik Di Bawah Tanda Tangan 
Lebih cenderung kepada seni klasik serta perkara yang mudah dan tenang. Jika orang lain yang telah hilang kepercayaan kepada anda, anda tidak akan sesekali kembali kepada mereka dan ini menunjukkan mereka seorang yang tetap pendirian.
4. Tiada Garis atau Titik Di Bawah Tanda Tangan 
Mereka ini selalu senang hidup dalam dunia sendiri dan mereka juga jarang mau mendengar pendapat orang lain.Mereka ini boleh di kategorikan sebagai pencinta alam tetapi mereka juga mempunyai sifat agak kikir.
5. Tiada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan 
Maksudnya tanda tangan mereka tidak menonjolkan nama mereka. Golongan ini mencoba untuk kelihatan bergaya, suka menyembunyikan sesuatu. Mereka jarang untuk berterus terang tetapi mereka merupakan pendengar yang baik dan senantiasa memberi perhatian tentang apa yang orang lain sedang katakan.
6. Ada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan 
Mereka ini berkeinginan untuk menjadi bijak tetapi mereka tidak pernah berpikir. Mereka ini tidak konsisten, dan selalu menukar ide atau pandangan sendiri seperti angin. Golongan ini tidak pernah berpikir baik buruk tentang sesuatu perkara. Biasanya, orang lain bisa mengambil hati mereka dengan hanya memuji.
7. Tanda Tangan dengan Huruf Yang Tidak Bersambung 
Mereka ini sangat baik terhadap orang lain. Mempunyai hati yang baik, tidak mementingkan diri dan siap berkorban untuk kepentingan dan kebahagiaan orang yang di sayangi. Tapi apabila terlalu banyak perkara yang mereka pikirkan, ini menyebabkan mereka akan cepat tersinggung.
8. Tanda Tangan yang Lengkap Seperti Nama 
Mereka sangat baik hati dan bisa menyesuaikan diri dengan suasana apa saja dan siapa saja yang mereka temui. Golongan ini juga sangat teguh pendirian serta pendapat dan memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mendapatkan sesuatu.

Minggu, 01 Januari 2012

Perencanaan dan Perancangan Analisis Sistem

Kali ini saya akan menulis blog yang berkaitan dengan Perencanaan dan Perancangan Analisis Sistem padaa Sistem Informasi Akuntansi.. Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Apa sich Perencanaan Sistem dan Analisis Sistem???
Perencanaan sistem mencakup identifikasi subsistem dalam sistem informasi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan. Tujuan perencanaan sistem adalah mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi segera ataupun untuk kepentingan masa datang. Analisis sistem menekankan pada studi atas keputusan-keputusan yang dibuat oleh para manajer dan kebutuhan informasi terkait.

PERENCANAAN SISTEM DAN ANALISIS KELAYAKAN
Penting bahwa pendekatan sistem total yaitu atas-ke-bawah dilakukan dalam pengembangan sistem, perencanaan tersebut harus didukung dan disetujui oleh manajemen.
Perencanaan sistem dan analisis kelayakan mencakup 7 tahap:
1. Pembahasan dan perencanaan pada tingkat manajemen puncak.
2. Penetapan dewan pengarah perencanaan sistem.
3. Penetapan tujuan dan batasan keseluruhan.
4. Pengembangan perencanaan sistem informasi stratejik.
5. Identifikasi dan pemrioritasan area-area spesifik.
6. Pembuatan proposal sistem untuk mendukung dasar analisis dan perancangan awal subsistem.
7. Pembentukan tim untuk tujuan analisis dan perancangan awal sistem.

PERENCANAAN SISTEM DAN MANAJEMEN PUNCAK
Tugas utama pengembangan sistem adalah mengkomunikasikan dengan manajemen puncak mengenai perencanaan stratejik, faktor-faktor penentu kesuksesan, dan tujuan-tujuan keseluruhan. Pengembang sistem memiliki resiko apabila ia menerima pendapat manajemen sebagai fakta yang tetap.
Pengembang sistem adalah profesional dan bertanggung jawab atas kesuksesan dan kegagalan sistem.

PEMBUATAN TUJUAN-TUJUAN DAN BATASAN-BATASAN SISTEM
Tujuan umum meliputi tujuan-tujuan strategis keseluruhan yang berkaitan dengan siklus perencanaan jangka panjang perusahaan. Yang penting bagi perusahaan adalah faktor-faktor penentu kesuksesan. Faktor-faktor ini adalah karakteristik-karakteristik yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya dan merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan.

PEMBUATAN RENCANA SISTEM STRATEGIS
Hasil utama dari dewan pengarah atau orang yang bertanggungjawab atas pengembangan sistem adalah rencana sistem strategis. Elemen kunci perencanaan harus mencakup hal-hal berikut:
1. Pernyataan menyeluruh berkaitan dengan faktor-faktor penentu kesuksesan perusahaan
2. Deskripsi sistem perusahaan yang membutuhkan pengembangan
3. Kerangka waktu tentatif untuk pengembangan sistem khusus

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SISTEM
  1. SURVEI SISTEM BERJALAN
  2. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN INFORMASI
  3. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SISTEM
  4. PEMBUATAN LAPORAN ANALISIS SISTEM.

PERANCANGAN SISTEM

Perancangan system dapat disebut sebagai formulasi cetak biru system yang lengkap. Perancangan system berproses dari bersifat umum ke khusus. Ini merupakan hakekat pendekatan atas bawah. Fungsi-fungsi dan tujuan umun yang harus dicapai oleh system tertentu pertama harus di identifikasikan .

Pertimbangan-Pertimbangan Perancangan Umum
  1. Perancangan keluaran
Pertimbangan pertama dan paling penting dalam perancangan pengeluaran adalah efektifitas biaya. Prinsip efektifitas biaya harus diterapkan untuk sluruh elemen dalam system karena investasi dalam system informasi sama seperti pengeluaran anggran modal lainnya harus dievaluasi dasar biaya atau manfaat. Tujuannya adalah memaksimalkan rasio manfaat terhadap biaya dan memenuhi tujuan sistem-sistem tertentu.

  1. Perancangan Database
Ada beberapa prinsip penting yang diterapkan dalam perancangan database. Arti pentingnya adalah bahwa database perusahaan harus dipadukan.
ü      Keterpaduan
ü      Pemrosesan Data
ü      Masukan Data
ü      Pengendalian dan pengukuran-Pengukuran keamanan

Teknik – teknik perancangan
Perancangan system merupakan kreatifitas kreatif. Oleh karena itu perancangan system dapat dipandang sebagai seni, meskipun telah dikembangkan teknik – teknik baku.

1.      Perancangan formulir
Masalah perancangan formulir harus diberi perhatian secara seksama oleh tim perancang system Karena formulir – formulir merupakan penghubung antara pemakai dengan system itu sendiri.
ü      Lembar analisis formulir
ü      Diagram hirarki data
ü      Bagan tata letak formulir
2.      Perancangan data base
Diagram struktur data menunjukan hubungan antara berbagai jenis catatan. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur dapat memiliki beberapa catatan dalam berbagai database yang berkaitan dengan pelanggan tertentu.matriks-matriks yang berkaitan dengan file dapat membantu untuk menentukan penggunaan unsure-unsur data dalam file secara efektif dan efisien , eliminasi unsure-unsur data yang tidak dibutuhkan atau sia-sia, dan optimalkan struktur file secara umum.
ü      Paket-paket perancangan system
ü      Pemilihan perangkat lunak dan perangkat keras

Jumat, 30 Desember 2011

Penting Gak Sich Tax Planning itu???

Saya sangat beruntung mendapatkan mata kuliah TAXATION.. Dengan mengikuti mata kuliah ini saya bisa mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan Perpajakan di Indonesia.. Dengan mata kuliah ini saya bisa lebih mengerti seberapa pentingnya Perencanaan Pajak (Tax Planning) itu..

Pajak dipungut berdasarkan undang-undang, meskipun demikian tidak semua orang rela untuk mengeluarkan uangnya untuk dibayarkan kepada pajak. Kebanyakan orang menganggap pajak itu sebagai beban, maka timbul keinginan untuk mengurangi pajak tersebut, sama halnya keinginan untuk mengurangi beban-beban yang lain. Atas dasar inilah banyak wajib pajak baik pribadi ataupun badan, melakukan usaha-usaha untuk mengatur jumlah pajak yang harus dibayar dengan melakukan tax planning..

Apa Sich Tax Planning itu???

Secara umum Tax Planning didefinisikan sebagai proses mengorganisasi usaha wajib pajak atau kelompok wajib pajak sedemikian rupa sehingga hutang pajaknya baik pajak penghasilan maupun pajak-pajak lainnya berada dalam posisi yang minimal, sepanjang hal ini dimungkinkan oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tax Planning sebenarnya bagian dari manajemen pajak. Tujuan dari manajemen pajak umumnya sama dengan tujuan manajemen keuangan yaitu memperoleh likuiditas dan laba yang cukup. Manajemen pajak disini didefinisikan sebagai memenuhi kewajiban pajak yang benar, tetapi jumlah pajak dapat ditekan serendah mungkin untuk memperoleh laba dan likuiditas yang diharapkan. Dengan demikian, dikemudian hari tidak terjadi restitusi pajak atau kurang bayar yang mengakibatkan denda dan kewajiban-kewajiban hukum lainnya.

Tujuan dari Tax Planning seperti diutarakan oleh James W. Pratt, Jane O. Burns dan William N. Kulsrud dalam buku Individual Taxation 1989 Edition (1989 : 1-37) adalah : the obvious goal of most tax planning is the minimization of the amount that a person or other entity must transfer to the government.
Tujuan Tax Planning secara lebih khusus ditujukan untuk memenuhi hal-hal sebagai berikut :
· Menghilangkan/menghapus pajak sama sekali
· Menghilangkan/menghapus pajak dalam tahun berjalan
· Menunda pengakuan penghasilan
· Mengubah penghasilan rutin berbentuk capital gain
· Memperluas bisnis atau melakukan ekspansi usaha dengan membentuk badan usaha baru
· Menghindari pengenaan pajak ganda
· Menghindari bentuk penghasilan yang bersifat rutin atau teratur atau membentuk, memperbanyak atau mempercepat pengurangan pajak

Manfaat Tax Planning itu sendiri adalah :
· Penghematan kas keluar, karena pajak yang merupakan unsur biaya dapat kurangi.
· Mengatur aliran kas, karena dengan perencanaan pajak yang matang dapat diestimasi kebutuhan kas untuk pajak dan menentukan saat pembayaran sehingga perusahaan dapat menyusun anggaran kas secara lebih akurat.

Strategi dalam Tax Planning

Ada beberapa cara yang biasanya dilakukan atau dipraktekkan wajib pajak untuk meminimalkan pajak yang harus dibayar, misalnya seperti yang dikemukakan oleh Sophar Lumbantoruan dalam bukunya akuntansi pajak ( 1996: 489 ) yaitu :
· Pergeseran pajak (shifting), ialah pemindahan atau mentransfer beban pajak dari subjek pajak kepada pihak lain, dengan demikian, orang atau badan yang dikenakan pajak mungkin sekali tidak menanggungnya.
· Kapitalisasi, ialah pengurangan harga objek pajak sama dengan jumlah pajak yang akan dibayarkan kemudian oleh pembeli.
· Transformasi, ialah cara pengelakan pajak yang dilakukan oleh pabrikan dengan cara menanggung beban pajak yang dikenakan terhadapnya.
· Tax Evasion, ialah penghindaran pajak dengan menlanggar ketentuan peraturan perpajakan.
· Tax Avoidance, ialah penghindaran pajak dengan menuruti peraturan yang ada.

Petunjuk Praktis dalam Melakukan Tax Planning
· Mengusahakan agar terdapat penghasilan yang stabil untuk menghindarkan pengenaan pajak dari kelas penghasilan yang tarifnya tinggi (top rate brackets)
· Mempercepat atau menunda beberapa penghasilan dan biay-biaya untuk memperoleh keuntungan dari kemungkinan perubahan tarif pajak yang tinggi atau yang rendah, seperti penangguhan PPN, PPN yang ditanggung pemerintah dan seterusnya
· Menyebarkan penghasilan menjadi penghasilan dari beberapa wajib pajak, seperti pembentukkan group-group perusahaan
· Menyebarkan penghasilan menjadi penghasilan beberapa tahun untuk mencegah penghasilan tersebut termasuk dalam kelas penghasilan yang tarifnya tinggi dan dan tunda pembayaran pajaknya, seperti penjualan cicilan, kredit dan seterusnya
· Transformasikan penghasilan biasa menjadi capital gain jangka panjang .
· Mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari ketentuan-ketentuan mengenai pengecualian dan potongan potongan
· Mendirikan perusahaan dalam satu jalur usaha sedemikian rupa sehingga dapat diatur secara keseluruhan penggunaan tarif pajak, potensi menghasilkan, kerugian-kerugian dan asset yang dapat dihapus.
· Mempergunakan uang dari hasil pembebasan pengenaan pajak untuk keperluan perluasan perusahaan yang mendapatkan kemudahan–kemudahan

Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi Anda sekalian.. Trimakasih..^^

Minggu, 13 November 2011

Siklus Pendapatan : Penjualan dan Penerimaan Kas

Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan dari berbagai jenis organisasi adalah sama dan meliputi beberapa atau semua operasi berikut ini :
  1. Merespons pertanyaan pelanggan. Pertanyaan pelanggan bisa di tangani oleh tenaga penjual. Tenaga penjual memainkan peran penting dalam membantu para pelanggan untuk memahami suatu produk perusahaan dan memilih produk yang sesuai untuknya.
  2. Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan barang dan jasa di masa yang akan datang. Contohnya, pesanan pelanggan untuk produk barang dan jasa serta kontrak antara perusahaan dengan pelanggan untuk penyerahan barang atau jasa di masa depan. Karyawan penting di dalam fungsi ini adalah petugas pencatat pesanan dan tenaga penjual.
  3. Menyediakan jasa atau mengirim barang ke pelanggan. Fungsi ini sangat penting dalam proses pendapatan.
  4. Mengakui klaim atas barang dan jasa yang di sediakan. Perusahaan mengakui klaimnya terhadap pelanggan dengan mencatat piutang dan menagih pelanggan.
  5. Menerima kas. Pada suatu waktu dalam siklus pendapatan, kas di peroleh dari pelanggan.
  6. Menyetorkan kas ke bank. Agen yang terlibat adalah kasir dan bank.
  7. Menyusun laporan. Contohnya, mencakup daftar pesanan,daftar pengiriman, dan daftar penerimaan kas.

Alternatif Sistem Siklus Pendapatan
Dalam sistem siklus pendapatan ada 3 karakteristik, yaitu :
  1. Metode Pesanan
  2. Penentuan Waktu Pembayaran
  3. Bentuk Pembayaran
Pada Bab ini kita akan menekankan suatu sistem di mana pesanan terjadi sebelum pengiriman, pembayaran adalah setelah pengiriman, dan penjualannya adalah secara kredit.

Risiko dan Pengendalian
Ada beberapa risiko yang dikaitkan dengan siklus pendapatan ELERBE, yaitu sebagai berikut :
  • Pelaksanaan. ELERBE menghadapi beberapa risiko pada siklus pendapatan. Sebagai contoh, pengiriman yang tidak terotorisasi daapt dibuat, atau pengirimandaapt dilakukan 2 kali tanpa sengaja. Risiko kesalahan yang berhubungan dengan penerimaan kas adalah kelalaian untuk menerima kas, terlambat menerima, atau juga menerima dalam jumlah yang salah.
  • Pencatatan. Risiko pencatatan untuk ELERBE adalah mencatat pesanan, pengiriman, atau penerimaan yang tidak pernah terjadi atau mencatat kejadian yang sama 2 kali.
  • Perbaruan. Pada siklus pendapatan, aktivitas perbaruan adalah mengurangi jumlah persediaan ketika barang telah terjual, menaikan saldo tertagih pelanggan ( untuk penjualan kredit ), dan memperbarui saldo di akun buku besar yang meliputi Piutang Usaha, Kas dan Penjualan. Risikonya adalah bahwa perbaruanmungkin gagal terjadi, duplikasi perbaruan dapat terjadi, record yang salah mungkin diperbarui ( misalnya, mengurangi jumlahbarang persediaanyang salah ), atau jumlah perbaruan bisa jadi salah.
Pengendalian Input
Pengendalian input digunakan untuk meningkatkan akurasi dan validitas entri data. Pada siklus pendapatan, entri data meliputi pemeliharaan file pelanggan dan persediaan, maupun pencatatan kejadian seperti pesanan, pengiriman, penagihan, dan penerimaan kas.

Menu Siklus Pendapatan
Menu Siklus Pendapatan
  1. Memelihara
  1. Pelanggan
  2. Persediaan
  1. Mencatat Kejadian
  1. Memasukkan pesanan penjualan ( E1 )
  2. Memasukkan pengiriman ( E3 )
  3. Memasukkan faktur penjualan ( E4 )
  4. Memasukkan penerimaan ( E6 )
  5. Memasukkan penyetoran ( E7)
  1. Memproses Data
  1. Posting
  2. Menghapus record
  1. Menampilkan / Mencetak Laporan
Dokumen ( Laporan satu entitas )
  1. Pesanan penjualan, slip pengambilan, dan slip pengepakan ( E1 )
  2. Faktur penjualan ( E4 )
  3. Rekening pelanggan
Laporan Kejadian
  1. Laporan pesanan pelanggan yang baru
  2. Jurnal penjualan
  3. Jurnal penerimaan kas
Daftar Acuan Agen dan Sumber Daya
  1. Daftar pelanggan
  2. Daftar persediaan
Laporan Peringkasan dan Perincian Status untuk Agen dan Sumber Daya
  1. Laporan pesanan pelanggan yang belum terpenuhi
  2. Umur piutang usaha – perincian
  3. Umur piutang usaha – ringkasan
  4. Jumlah penjualan menurut produk – ringkasan
  1. Query
  1. Query kejadian
  2. Query pelanggan
  3. Query persediaan
  1. Keluar



Pemeliharaan File
Pelanggan baru dan produk baru terlihat dibagian atas menu karena record harus dibuat untuk entitas sebelum pesanan terkait dapat dicatat.default syarat-syarat kredit yang akan digunakan ketika mencatat tagihan yang dikirimkan ke pelanggan juga harus dimasukkan. Field di area abu-abu tidak dapat digunakan untuk entri data pada pemeliharaan file. Saldo terbaru diperbaharui ketika transaksi aktual terjadi, berdasarkan informasi pada ricord kejadian. Setelah entri data selesai, pengguna mengklik SAVE, dan sistem menambahkan record ke tabel pelanggan.

Menggunakan Pemeliharaan File Pelanggan untuk Mengendalikan Risiko
Pemeliharaan file pelanggan memainkan peranan penting dalam mengurangi risiko yang diidentifikasi. Risiko tidak menerima kas dapat dikurangi dengan mengharuskan bahwa penjuala secara kredit dibuat untuk pelanggan di tabel pelanggan yang berada dalam batas kreditnya. Ketika mencatat sebuah pesanan, petugas pencatat pesanan tidak harus mengetik nama atau nomor identifikasi pelanggan karena layar entri pesanan mencakup daftar drop-down pelanggan dari table pelanggan.

Pengendalian atas Pemeliharaan Pelanggan
Memelihara record pelanggan dapat mengurangi risiko, tetapi hanya pelanggan yang kompeten saja yang ada di file induk dan bahwa informasi kontak seperti nama, alamat, dan nomor teleponnya akurat. Pengendalian yang memadai atas proses pemeliharaan pelanggan sangatlah penting. Proses memasukkan record pelanggan yang baru sangat sulit untuk dikendalikan. Informasi yang dicatat pada record adalah baru bagi sistem, sehingga tidak ada record lain yang disimpan di mana dapat dibandingkan untuk keakuratannya. Record pelanggan ditambahkan sendiri-sendiri, bukan batch, sehingga pengendalian batch tidak tersedia. Alamat penagihan yang salah dapat berarti tidak pernah menerima jumlah yang terutang dari penjualan secara kredit. Fokus pada pemecahan masalah untuk mengembangkan daftar pengendalian atas pemeliharaan pelanggan:
  1. Pemeliharaan File untuk Persediaan
  2. Pemeliharaan File dan Penelahan kinerja
Proses untuk penelaahan kinerja:
  1. Pembuatan anggaran, proyeksi, standar, atau hasil periode sebelumnya melalui pemeliharaan file.
  2. Penggunaan laporan untuk membandingkan hasil aktual dengan anggaran, proyeksi, standar, atau hasil periode sebelumnya.
  3. Tindakan perbaikan, jika diperlukan, untuk meningkatkan kinerja dan/atau merevisi data acuan yang sesuai ditabel induk.
Menerima Pesanan (E1)
Setelah table pelanggan dan persediaan diperbaharui, maka pesanan oleh pelanggan baru dan pesanan untuk barang persediaan baru dapat dicatat. Narasi meringkas proses penerimaan dan pencatatan pesanan penjualan. Isi narasi dicetak ulang dengan dipisahkan menjadi langkah-langkah berikut ini:
  1. Manajer toko buku mengirim pesanan dengan detail seluruh buku.
  2. Petugas pencatat pesanan memasukkan data pesanan ke dalam computer. Sistrem komputer memeriksa apakah pesanan adalah dari pelanggan lama. Jika pesanan dari pelanggan baru, petugas memberi record pelanggan ke tabel pelanggan. Kemudian, sistem memeriksa table persediaan untuk menemukan apakah persediaan ada.
  3. Informasi pesanan dicatat di table pesanan dan Perincian_Pesanan oleh sistem computer ELERBE.
  4. Sistem komputer juga memperbarui field Jumlah_di_Tangan di table persediaan.
  5. Petugas mencatat dua salinan pesanan penjualan. Petugas mengirimkan satu salinan pesanan penjualan ke gudang sebagai slip pengendalian. Salinan kedua bertindak sebagai slip pengepakan dan dikirimkan ke Departemen Pengiriman.
Pesanan Online
ELERBE sedang berpikir tentang menawarkan produk CD-ROM-nya melalui penjualan online ke mahasiswa dan pelanggan lainnya. Untuk memulai rencana perdagangan elektronik ini, manajer di ELERBE memahami bahwa layanan berikut ini akan diperlukan:
  • Membantu dalam mengembangkan situs Web yang (a) menarik bagi pelanggan; (b) mampu menyimpan informasi tentang produk, yang meliputi gambaran; (c) mampu menerima informasi pesanan dari pelanggan; dan (d) mampu menyediakan informasi pesanan penjualan untuk ELERBE sehingga pesanan dapat dipenuhi.
  • Layanan yang menjadi host situs Web pada server-nya.
  • Rekening merchant di suatu bank untuk menyetorkan pembayaran kartu kredit ke rekeningnya.
  • Layanan yang menyediakan otorisasi kartu kredit internet.
Saat ini ELERBE sedang bernegosiasi dengan penyedia layanan yang mengaku ia dapat mengelola semua fungsi ini. Akan terdapat biaya pemasangan satu kali, biaya hosting bulanan, dan biaya per transaksi. Untuk memulainya, ELERBE harus:
  • Mengembangkan sebuah cara untuk mengklasifikasikan produk-produknya kedalam kategori-kategori untuk memfasilitasi kemampuan pelanggan untuk mencari produk yang diinginkan.
  • Informasi ekspor mengenai persediaannya ke dalam spreadsheet dengan detail mengenai setiap produk yang dijual yang mencakup kunci primer, deskripsi, dan harga jual. Informasi ini kemudian di-upload ke situs Web.

Mengambil dan Mengirim Barang (E2,E3)

Setelah pesanan disetujui, slip pengambilan dan slip pengepakan dicetak. Slip pengambilan diserahkan ke karyawan di gudang yang akan mengambil barang, dan slip pengepakan diserahkan ke petugas ppengiriman yang bertanggung jawab atas pengiriman. Karyawan yang mengambil barang menggunakan slip tersebut sebagai otoritas untuk mengambil barang-barang di gudang.
Karyawan gudang menggunakan slip pengambilan untuk mencari barang-barang yang akan diambil. Selain produk dan jumlah, slip pengambilan mengidentifikasi lokasi gudang agar memudahkan karyawann gudang untuk mengumpulkan pesanan. Karyawan mengambil barang dari gudang untuk dikirimkan, mengemas barang dalam sebuah paket, mencatat jumlah aktual yang dikemas di slip ppengambilan, dan mengirim paket tersebut ke departemen pengiriman. Pengirim hanya akan menerima barang-barang untuk dikirimkan yang disertai dengan slip pengambilan.
Setelah menerima barang dan slip pengambilan dari gudang, petugas pengiriman merekonsiliasikan slip pengambilan dengan slip pengepakan dan memperbarui slip pengepakan apabila ada perubahan yang ditunjukkan di slip pengambilan. Kemudian petugas membuat konosemen (bill of lading) yang menjelaskan paket, kurir, rute, dsb, dan melampirkannya ke paket. Petugas pengiriman memasukkan data pengiriman ke dalam sistem komputer. Satu salinan slip pengepakan dilampirkan ke paket sebelum diserahkan ke kurir. Pengiriman menandatangani salinan kedua slip pengepakan. Jika semuanya siap untuk dikirimkan, pengirim menulis dengan tangan konosemen (bill of lading), yang mendaftar jumlah paket, berat, dan biaya pengiriman yang telah dihitung. Kurir menandatangani dokumen dan mengambil salinannya dengan paket (bersama slip pengepakan) untuk pengiriman. Salinan konosemen yang sudah ditandatangani dan slip pengepakan dikirimkan ke departemen piutang usaha sebagai bukti pengiriman.

Menagih Pelanggan (E4)
Pada akhir hari, petugas piutang usaha menelaah slip pengepakan dan konosemen yang diberikan oleh pengirim serta membandingkannya dengan record pengiriman yang ditampilkan di komputer. Untuk menelaah record pengiriman, petugas piutang usaha menggunakan fungsi query system dan menampilkan daftar seluruh record perincian pengiriman. Petugas piutang usaha memeriksa untuk memastikan bahwa seluruh slip pengepakan yang diterima tampak pada daftar pengiriman yang belum tertagih. Petugas juga mencari adanya pengiriman yang belum tertagih di mana tidak ada slip pengepakan yang telah diterima. Petugas kemudian membuat faktur untuk pengiriman yang belum tertagih. Pada waktu mencatat faktur, petugas piutang usaha memasukkan nomor akun besar yang harus digunakan ketika transaksi diposting ke buku besar. Petugas piutang usaha mencatat dan mencetak faktur, satu per satu, sampai semua record pengiriman yang belum tertagih telah difakturkan.

Menerima Kas (E5)
Proses penerimaan sebagai berikut :
  1. Pelanggan menerima faktur atau rekening pelanggan dan menyobek potongan faktur yang memasukkan pelanggan maupun jumlah faktur yang belum dibayar. Pelanggan mengirimkan potongan tersebut (juga dikenal sebagai nota pengiriman uang) bersama dengan cek.
  2. Bersama dengan karyawan lainnya, petugas surat membuka surat setiap haru serta mengambil cek dan nota pengiriman uang. Cek dikuasakan dengan mencetak di belakang setiap cek.
  3. Dua salinan daftar nota pengiriman uang, yang menunjukkan pelanggan dan jumlah yang dibayar oleh setiap pelanggan, dibuat, dengan total di bagian bawah. Satu salinan diserahkan ke kasir dengan cek, dan salinan lainnya diserahkan ke petugas piutang usaha dengan nota pengiriman uang.
    Mencatat Penerimaan (E6)
Mencatat penerimaan kas dan mengurangi saldo pelanggan merupakan tanggung jawab petugas piutang usaha: Petugas piutang usaha mengirimkan ke setiap pelanggan kredit untuk pembayaran dengan mencatat penerimaan kas di Tabel Penerimaan_Kas dan Perincian_Penerimaan_Kas. Petugas membandingkan total di jurnal penerimaan kas dengan daftar nota pengiriman uang. Jika sama, petugas memposting batch tersebut, yang memperbarui saldo tertagih di rekening pelanggan dan menambahkan record ke Tabel_Transfer_Buku_Besar.
Untuk setiap penerimaaan, petugas memilih menu siklus pendapatan untuk mencetak jurnal penerimaan kas (cash receipts journal). Petugas memerintahkan sistem untuk mencetak hanya mencetak penerimaan kas yang belum di posting saja. Jadi, daftar tersebut hanya akan memasukkan penerimaan yang baru yang telah terjadi sejak saat terakhir jurnal penerimaan kas dicetak dan record penerimaan kas diposting. Sistem untuk penerimaan kas ini disebut dengan sistem batch.


Memposting Record
Sejak jurnal penerimaan kas dicetak dan ditelaah, waktunya untuk memposting record penerimaan kas. Operasi berikut akan terjadi dari menu siklus pendapatan:
1. Record penerimaan kas dimodifikasi dengan menempatkan tanggal sekarang di field Tgl_Post. Saldo tertagih di record Tabel Induk_Pelanggan berkurang.
2. Record faktur yang ditunjukkan dimodifikasi dengan mencatat jumlah yang dibayar. Field Tgl_Post di Tabel Faktur_Penjualan adalah tanggal posting faktur, bukan tanggal posting penerimaan kas.
3. Record ditambahkan ke Tabel Transfer_Buku_Besar yang akan digunakan untuk memperbarui akun buku besar ketika buku besar diposting. Kredit dicatat sebagai angka negatif.


Menyetorkan Kas (E7)
Pada akhir hari, kasir menyiapkan penyetoran: Pada akhir hari, kasir menjumlahkan cek-cek dan membandingkan total tersebut dengan daftar nota pengiriman uang. Kasir menggunakan sistem untuk mulai mencatat setoran. Sistem membaca Tabel Penerimaan_Kas dan menampilkan semua penerimaan yang belum disetorkan. Ini akan sama dengan penerimaan kas yang dicatat oleh petugas piutang usaha.
Tabel setoran tidak digunakan untuk memperbarui akun kas di buku besar. Ini dilakukan dengan memposting informasi di Tabel Transfer_Buku_Besar ke Tabel Induk_Buku_Besar. Meskipun record setoran tidak memiliki pengaruh langsung terhadap buku besar, ini merupakan record penting karena digunakan pada rekonsiliasi bank.
Record setoran juga sangat berguna sebagai jejak audit. Setoran# pada record setoran  memungkinkan auditor untuk mencari penerimaan kas tertentu yang telah disetorkan, dan penerimaan kas dapat ditelusuri ke faktur penjualan asli. Melalui proses ini, jumlah penjualan didukung oleh informasi setoran di bank.


Merekonsiliasi Kas (E8)
Setiap hari, kontroler membandingkan jumlah pada slip setoran dengan jumlah pada jurnal penerimaan kas.

Pengendalian yang Diberikan oleh Pembandingan Periodik Lainnya
Selain pembandingan harian dari total penerimaan kas dengan slip setoran, pembandingan yang cukup sering lainnya dapat dilakukan untuk meningkatkan pengendalian internal. Pembandingan tersebut ialah:
  1. Pembandingan slip setoran dengan komunikasi dari bank.
  2. Membandingkan laporan buku besar piutang usaha dengan saldo piutang usaha di buku besar

AKTIVITAS BULANAN
Beberapa aktivitas pelaporan dan pemrosesan dilakukan secara periodik dan banyak kasus setiap bulan . ELERBE melakukan beberapa operasi berikut ini :
1. Mengisi rekening pelanggan
merupakan hasil langsung dari mengirim faktur dan rekening pelanggan. ELERBE mengirim rekening ke pelanggannya dengan harapan bahwa pelanggan akan membaca rekening tersebut dan membayar faktur-faktur terdaftar yang belum terbayar . Untuk mencetak rekening pelanggan , petugas piutang usaha memilih pada siklus pendapatan.
2. Mencetak Laporan Umur Piutang Usaha.
Sekali sebulan manager kredit mencetak laporan umur terperinci yang menunjukan saldo pelanggan dan detail faktur faktur yang belum dibayar.
Laporan seperti itu dapat digunakan untuk menindaklanjuti akun-akun yang belum dibayar dalam waktu yang lama, sebagai contoh apabila jumlah saldo yang melewati jatuh tempo terlalu tinggi , kebijakan kredit perlu direvisi.
3. Menghapus record
Record historis tidak diperlukan diakumulasikan sampai titik dimana record tersebut memakan ruang penyimpanan online yang terbatas dan memperlambat proses seperti menambah record ke basis data dan memperbaharui field ringkasan


SISTEM OPEN ITEM
Aturan system open item adalah sebagai berikut: Semua record untuk faktur-faktur yang belum dibayar harus disimpan secara online. Asumsikan ELERBE menggunakan system open time untuk piutang dan Educate. Inc ,melakukan pembelian barang pada tanggal 20 Juni.
Menghapus. Apabla digunakan system open item , tidak ada faktur yang dibayar muncul pada rekening, kecuali untuk faktur-faktur yang dibayar selama ini . Oleh karena itu record yang berkaitan dengan faktur-faktur yang dibayar dapat diarsipkan kemudian dihapus.


SISTEM BALANCE FORWARD
Sekarang asumsikan ELERBE menggunakan system balance forward, bukan system open item. Baik rekening pelanggan menurut open item dan balance forward menunjukkan Saldo tertagih yang sama . Akan tetapi rekening pelanggan menurut system balance forward. Untuk mendapatkan detail balance forward , pelanggan harus mengacu pada rekening sebelumnya. Pelanggan komersial (sector Bisnis) biasanya meminta rekening open item karena menyediakan dokumentasi transaksi yang lebih baik.
Menghapus dan memperbaharui di dalam Sistem Balance forward . Sistem balance forward dapat mengurangi jumlah detail yang dipelihara perusahaan secara online.


SISTEM BALANCE FORWARD UNTUK MODUL AKUNTANSI LAINNYA
BUKU BESAR
Semua aplikasi buku besar menggunakan pendekatan Balance forward . Apabila proses pembersihan dilakukan setiap tahun, neraca saldo kapanpun selama tahun 2006 akan menunjukkan saldo 2006 akan menunjukkan saldo awal untuk kas pada 1 Januari 2006, dan semua transaksi kas untuk tahun tersebut.
REKENING BANK
Bank anda menggunakan system balance forward untuk memelihara jejak saldo pelanggan. Rekening anda dimulai dengan Balance forward dari rekening bulan lalu kemudian menunjukkan semua transaksi bulan ini . Apabila anda menghendaki rekening bank bulan Januari maka bank harus menarik pita maknetik transaksi Januari dan menyalin pita tersebut ke hardrive sehingga dapat mencetak rekening untuk anda.