Apa sich Laporan Keuangan Konsolidasi itu? Kapan diperlukan? Metode/Pendekatan/Approach apa saja yang biasa dipakai? Bagaimana sich prosedurnya?
Laporan Keuangan Konsolidasi adalah Laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang dikendalikan) seakan–akan entitas–entitas individual tersebut merupakan satu entitas atau perusahaan satu perusahaan.
Dari definisi umum diatas, dapat kita tarik suatu pemahaman bahwa; Laporan Keuangan Konsolidasi diperlukan apabila salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol terhadap perusahaan lain. Otherwise, laporan keuangan konsolidasi tidak diperlukan.
Artinya; jika tidak memiliki hak kendali (control) yang lebih, maka mereka adalah badan usaha (entity) mandiri, artinya mereka masing-masing akan membuat laporan keuangan yang sendiri-sendiri dan tidak mungkin untuk digabungkan, ditambahkan atau yang sejenisnya. So, there is no point to construct a consolidated financial statement.
Ciri-ciri
Ciri-ciri perusahaan yang memiliki lebih dari satu entitas bisnis:
- Entitas induk yang memiliki satu atau lebih anak perusahaan sedangkan Entitas anak yang dikendalikan oleh entitas induk.
- Kelompok usaha merupakan entitas induk dan seluruh entitas anaknya.
- Kepentingan non pengendali merupakan ekuitas anak perusahaan yang tidak dapat diatribusikan langsung pada entitas induk.
- Pengendalian untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional untuk memperoleh manfaat. Memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anak lebih dari setengan (>50%) kekuasaan suara suatu entitas kecuali dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.
Pengendalian
Bagaimana pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan induk?
- Kekuasaan melebihi setengah hak suara sesuai perjanjuan dengan investor lain.
- Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkn anggaran dasar atau perjanjian.
- Kekuasaan menunjuk atau mengganti sebagian besar Dewan Direksi setara dan mengendalikan entitas melalui dewan direksi tersebut.
- Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas pada rapat Dewan Direksi setara dan mengendalikan entitas melalui Dewan Direksi
Konsolidasi diharuskan jika satu perusahaan memiliki mayoritas saham beredar dari perusahaan lain.
Manfaat Laporan Keuangan Konsolidasi
- Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang total sumber daya perusahaan hasil gabungan di bawah kendali induk perusahaan, kepada para pemegang saham, kreditor dan peyedia dana lainnya.
- Dapat memberikan informasi terkini bagi manajemen induk perusahaan, baik mengenai operasi gabungan dari entitas konsolidasi dan juga mengenai perusahaan individual yang membentuk entitas konsolidasi.
Disamping memberi manfaat, laporan keuangan konsolidasi juga dapat menjadi akses yang tidak baik, antara lain:
- Dapat menyembunyikan kinerja perusahaan individu yang tidak bagus dengan kinerja perusahaan lain yang bagus.
- Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen induk perusahaan, begitu pula dengan aktiva.
- Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi yang terbentuk tidak mencerminkan kondisi entitas yang membentuk konsolidasi maupun induk perusahaan.
- Beberapa akun tidak dapat seluruhnya dibandingkan, misalnya akun piutang.
- Banyaknya informasi tambahan yang dibutuhkan untuk memberikan penyajian yang wajar.
Gambaran Umum Proses Konsolidasi
Bagaimana Prosedur Penyusunan laporan keuangan konsiolidasi?
Dalam
menggabungkan laporan keuangan induk dan anak perusahaan harus ada
prosedurnya yaitu dengan cara menjumlahkan pos-pos sejenis dari asset,
kewajiban, ekuitas, penghasilan dan beban.
- Investasi entitas induk pada anak perusahaan dengan porsi entitas atas ekuitas anak dieliminasi (memunculkan goodwill).
- Kepentingan non pengendali diidentifikasi, ekuitas (awal dan perubahan laba/rugi).
- Saldo transaksi penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara penuh.
Dalam proses pembuatan laporan keuangan konsolidasi, ada beberapa transaksi yang harus dihilangkan
- Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas anak perusahaan. Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali. Perbedaan nilai wajar dan nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai wajar yang dikonsolidasi) serta Goodwill muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan nilai wajar.
- Hutang – Piutang yang muncul antara anak perusahaan dan induk perusahaan harus dihapuskan.
- Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi pihak ketiga, transaksi anak dan induk harus di eliminasi.
- Untuk transaksi penjualan dan harga pokok penjualan jika barang belum terjual maka laba belum direalisasi harus dikurangkan dari nilai inventori dan mempengaruhi laba yang telah diakui.
- Aset tetap pada tahun terjadi transaksi tidak boleh diakui keuntungan/kerugian dari transaksi tersebut. Laba yang ada dalam asset tersebut harus dieliminasi sedangkan nilai penyusutan akan disesuaikan.
Laporan
keuangan konsolidasi sangat penting bagi perusahaan yang memiliki
entitas lebih dari satu, laporan tersebut dapat membantu perusahaan
induk untuk menilai kinerja dari perusahaan sehingga dapat
dipertanggungjawabkan kepada para investor ataupun pemilik dana bagi
perluasan usaha.